Langsung ke konten utama

Postingan

Smart Parenting PAUD Insan Merdeka

Anak merupakan sebuah kebanggaan bagi orang tuanya. Setiap orang tua tentu menginginkan anak yang baik, berbudi dan berkarakter. Kita sering mendengar pepatah buah yang jatuh tidak akan jauh-jauh dari pohonnya. Artinya bahwa karakter seorang anak tidak akan jauh berbeda dengan karakter orang tuanya. Hal ini karena orang tualah yang paling banyak berinteraksi dengan anak-anaknya yang dalam interaksi itu secara sadar maupun tidak, sejatinya orang tua telah mengajarkan berbagai nilai-nilai kehidupan kepada buah hatinya. Berbicara mengenai karakter anak, tentu tidak dapat terlepas dari pengaruh pola asuh orang tua. Anak itu ibarat spons yang dengan mudah akan dapat menyerap berbagai input yang dilihat, didengar dan dialaminya. Disinilah perlunya kita sebagai orang tua berhati-hati dalam bersikap. Karena semua perkataan, tindakan dan sikap kita di depan anak akan secara otomatis menjadi input yang diterima, yang akan membentuk menjadi sebuah karakter/kepribadian si anak semenjak...

Strategi Membangun Sikap Pemenang

Setiap sesuatu yang telah mencapai puncaknya pada awalnya hanyalah bermula dari titik nol yang semua orang pernah mengalaminya. Lalu mengapa ada orang yang sukses namun juga ada orang hidupnya seperti itu seperti itu saja? Hanya ada dua tipe manusia di dunia ini : tipe pecundang dan tipe pemenang. Letak beda keduanya adalah pada karakter yang melekat di dalamnya. Perbedaan karakter seorang pecundang dan seorang pemenang terkadang terletak pada pemikiran, mental, usaha, dan kebiasaan yang membudaya dalam kepribadiannya. Orang yang sukses hidupnya : memiliki karir yang baik, penghasilan yang cukup, keluarga yang sejahtera, kendaraan yang nyaman dan hunian yang menyejukkan hati merupakan suatu hasil yang diperoleh karena suatu sebab yang telah dibayar di awal. Jika kita menginginkan kesuksesan, maka kita pun harus berani membelinya dengan pengorbanan : pengorbanan untuk bekerja keras, pengorbanan untuk mengendalikan keinginan dan kemalasan, untuk menjadi seseorang yang mu...

Pelatihan Implementasi Budaya Kerja BPOM Jogja

Dalam rangka HUT Badan POM RI yang ke-13, Badan Pengawas Obat dan Makanan di Yogyakarta menyelenggarakan program Bimbingan Mental Pada hari Kamis, 23 Januari 2014 di Aula Besar Badan POM Yogyakarta. Pelatihan ini diikuti oleh lebih dari 80 peserta termasuk Kepala Badan POM DIY, Bapak Abdul Rohim Msi juga mengikutinya hingga akhir acara. Dalam pelatihan ini, Badan POM Jogja menghadirkan Motivator & Master Pengembangan Diri Kiki F. Wijaya dari Matahati Jogja Training & Consulting sebagai narasumber program Bimbingan Mental yang bertema “Implementasi Budaya Kerja Badan POM : Profesional, Kredibel, Cepat Tanggap, Kerjasama Tim dan Inovatif. Program ini diharapkan dapat memotivasi para peserta untuk dapat lebih meningkatkan kinerja. Terkadang kinerja yang tidak maksimal bukanlah disebabkan karena kurangnya kemampuan kita, melainkan minimnya kesungguhan kita. Kita semua memiliki kesempatan yang sama, kesempatan untuk bisa menjadi seorang star performer yaitu dengan cara ...

Be a Personal Excellence at Work

SDM yang kompeten adalah keinginan setiap perusahaan agar eksistensi dan perkembangan perusahaan terukur jelas dari waktu ke waktu. Dalam pelaksanaannya untuk menciptakan karyawan yang memiliki personal excellence , manajemen Hotel Sunan yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani 40 Solo menyelenggarakan pelatihan motivasi bagi para karyawannya. Kegiatan pelatihan motivasi ini dilangsungkan selama dua hari (23-24/12/2013). Dalam pelatihan itu tampil Motivator & Master Pengembangan Diri Kiki F. Wijaya sebagai pemateri yang handal dan berbakat. Tidak heran para peserta pun menyambutnya dengan antusias penuh dan terlihat terus bersemangat mengikuti serangkaian acara pelatihan ini.   Di era persaingan yang semakin ketat, hanya ada tiga kemungkinan eksistensi perusahaan. Yaitu kemungkinan kita mengalami kemajuan, bertahan atau bahkan hal terpahit adalah kemunduran atau penurunan yang mengancam kelangsungan usaha sebagai sumber pendapatan.

Pelatihan Organisasi Fatayat NU kulon Progo

Dekadensi moral akibat arus budaya barat yang semakin dekat dengan kehidupan kita seakan menuntut kita untuk lebih berhati-hati dalam membawa diri. Bisa kita lihat lingkungan kita sekarang berdasar sudut pandang Islam. Padahal lingkungan sesungguhnya menjadi tanggung jawab kita sepenuhnya. Disinilah diperlukan suatu kebangkitan akan kasadaran ber-Islam yang kaffah. Untuk meningkatkan solidaritas organisasi dan agar bisa lebih merapatkan barisan, Fatayat NU Kulon Progo pada tanggal 22 Desember 2013   mengadakan pelatihan penguatan organisasi yang dipandu oleh Motivator & Master Pengembangan Diri Kiki F. Wijaya. Dengan diadakannya pelatihan motivasi ini, diharapkan para peserta akan lebih sadar dan peka terhadap lingkungannya. Diantaranya mereka mampu melihat dengan objektif situasi umat sekarang lalu bisa mengambil tindakan dimana ia bisa berperan untuk membantu mewujudkan visi dan misi organisasi fatayat NU. Fatayat NU pun semakin dirasakan eksistensi dan perannya d...

Motivasi Wirausaha IPNU Kabupaten Bantul

Disnakertrans DIY pada tahun 2012 menyebutkan bahwa jumlah pengangguran di DIY menembus angka 77.150 orang. Hal ini terjadi karena tidak seimbangnya jumlah angkatan kerja dengan ketersediaan kesempatan kerja yang ada. Untuk dapat keluar dari masalah pengangguran di DIY, Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) bekerjasama dengan Kemenegpora Kabupaten Bantul menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan bagi Organisasi IPNU se-Kabupaten Bantul. Dalam pelatihan yang mengusung tema “Memberdayakan Organisasi Kepemudaan dalam Pengentasan Pengangguran & Kemiskinan, Berpartisipasi dalam Mengurangi Angka pengangguran DIY” itu tampil Motivator & Master Pengembangan Diri Kiki F. Wijaya memberikan motivasi berwirausaha.

ETOS KERJA SEORANG MUSLIM

Etos kerja adalah kepribadian dan karakter yang melekat pada pribadi seseorang yang diekspresikan ke dalam sikap dan perilaku bekerja. Etos kerja seorang muslim tentu memiliki pandangan kiblat yang selalu berorientasi pada Islam itu sendiri.  Sebelum membahas tentang etos kerja, kita perlu paham betul mengenai pandangan Islam tentang bekerja. Sebagaimana yang kita sudah paham bahwa Tuhan menyediakan bumi dan seluruh   penghamparannya. Pada bagian-bagian itu terdapat rizki yang disediakan untuk kita sebagai manusia. Pelatihan bersama Kiki F. Wijaya Tuhan memang sudah menjamin rizki setiap makhluk-makhluk-Nya di dunia, bahkan dalam salah satu hadits disebutkan bahwa Allah sekali-kali tidak akan mencabut nyawa suatu makhluk pun sebelum Ia telah memberikan semua rizki yang telah ditentukan-Nya. Tetapi satu hal yang semestinya kita garisbawahi, bahwa rizki itu tidak serta merta bisa kita dapat tanpa ada usaha untuk meraihnya. Rizki itu harus diikhtiari dan salah...